Monday, March 24, 2008

Kesaksian (karya W.S Rendra)

.. aku mendengar suara
jerit hewan yang terluka
ada orang memanah rembulan
ada anak burung jatuh dari sangkarnya.

orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan dapat terjaga ..


Posting ini saya khususkan untuk ITB

Friday, March 14, 2008

PLTSa?

Sebenarnya cukup lama saya ingin posting perihal ini. Ya, mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini (harus dijelasin neh, gara2 Mbak Icha)

Mulanya, saya cuek dengan permasalahan ini. Tiba-tiba sekali, tidak ada hujan tidak ada petir, muncul demonstrasi penduduk Gedebage di gerbang depan Kampus ITB. Saya ingat sekali, di satu sisi, saya marah kepada demonstran, menurut saya, ITB tidak pantas dijelek-jelekkan secara frontal begitu (walaupun sebagai civitas akademika, saya sering mengkritik kebijakan kampus), di sisi lain, saya menjadi mempertanyakan fungsi ITB di dalam persoalan PLTsa ini. Demikian, persoalan ini menjadi angin lalu untuk saya, saya memilih untuk tidak memikirkannya. Hal ini mungkin dikarenakan saya yang makin jarang aktif di PSIK sehingga saya tidak begitu update tentang duduk persoalan ini. Pendalaman saya tentang permasalahan ini singkat saja:

1. Apakah birokrasi Jawa Barat dapat menjamin bahwa pembangunan PLTSa sudah aman dan memenuhi standar produk pembangunan? Salah-salah PLTSa itu dibuat asal, dan malah membuat masalah lagi. Kalau tembok PLTSa jebol gara-gara sekrupnya dikorup kan geger juga

2. Pertimbangkan topografi Bandung yang berupa cekungan, jika dibangun PLTSa di Bandung (Gedebage) bukankah asap yang dihasilkan akan berputar-putar saja? Jika demikian kondisinya, akan sangat berbahaya bagi penduduk Bandung, lebih bijak jika dicari alternatif yang lain

Tetapi, saya mulai terusik lagi dengan munculnya spanduk aneh yang bernada sama dengan jumlah yang besar di seantero Bandung. Isinya serupa: Mendukung Pembangunan PLTsa. Entahlah, nama forum masyarakat yang aneh-aneh itu muncul begitu saja-mungkin ada, tapi saya belum pernah dengar sebelumnya. Spanduk-spanduk ini aneh sekali: sangat seragam. Fontnya, kualitas spanduknya. Saya menduga ini muncul dari pro-PLTSa, terlepas kedudukannya benar atau salah. Tapi pikiran nakal saya muncul: jika benar, untuk apa membuat propaganda seperti itu? cukup saja buat artikel yang ilmiah dan bertanggungjawab, lalu buat press release di media.

Di sisi lain, saya juga kembali mempertanyakan fungsi intelektual ITB, yang menurut saya dapat berfungsi sebagai "orang-orang yang memperdalam permasalahan secara objektif tanpa bertendensi kekuasaan". Jika PLTSa ini memang salah, saya heran mengapa ITB tidak membuat pernyataan sekadar untuk tidak merekomendasikan pembangunan PLTSa. Namun, saya belum pernah berdiskusi langsung dengan Ari Darmawan Pasek, orang ITB yang melakukan AMDAL PLTSa, soalnya konon dia sangat mendukung pembangunan PLTSa. Jika PLTSa ini baik dan benar adanya, mengapa ITB atau Pemda tidak melakukan kampanye pencerdasan yang bersifat dua arah sekadar untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat?

Apakah ITB hanya berkutat di permasalahan tubuhnya sendiri? apakah permasalahan Ganesha 10 hanya terbatas oleh teralis-teralis besi disekitaran Kampus? Atau jangan-jangan ITB lagi kepingin keciprat rejeki proyekan dari Pemda lalu cari jalan aman?

entahlah, (Maybe) Only God Knows Why

Saturday, March 1, 2008

Masa lalu

rasanya aneh sekali:
kemarin jumat, saya nonton video wisudaan dari angkatan 96,
pagi ini saya iseng nyari temen smp dan sma
saya merindukan masa-masa itu
saya berandai kalau student center masih berdiri
saya kembali pada masa smp yang penuh kekacrutan
saya kembali pada masa sma yang ancur-ancuran
entahlah, tetapi seperti waktu menelan. Pikiran jadi kacau. Masalahnya meliputi segala aspek, ga cuma diri, tetapi mengenai lingkungan, dan kondisi.

Dan saya bercermin kepada diri saya sekarang.

Aneh. Saya berubah sekali. Inikah yang disebut "menjadi dewasa"?

Pasrah pada Ilahi
hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmatnya ambil indahnya
Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah-cobalah mulai detik ini
Hadapi saja

(Iwan Fals-Hadapi Saja)

Mission Failed!!!

Sabtu kemarin, saya akhirnya (Setelah 3 tahun) berada ngendon di kampus cap gajah duduk, akhirnya saya mencicipi juga aksi turun ke jalan. Saya pun tak pelak dianugerahi amanah sebagai Komandan Lapangan. Tapi dasar orang linglung, saya pun harus banyak berterimakasih kepada anak2 yang ternyata lebih sigap daripada saya. Iye, sampai turun ke jalanan pun, saya masih "terjebak" dengan pikiran yang kemana-mana, walhasil pikiran yang seharusnya terkonsentrasi untuk massa aksi, akhirnya terpecah berkeping-keping. Itu sangat berbahaya...jangan diulangi!!!!!! Padahal segala keputusan tentang massa adanya di saya, kalo saya tiba2 mikirin cewek, masak ntar massa saya disuruh beliin coklat ayam jago rasa stroberi? nanti kan kacau beliau!

ya sudahlah, tampaknya saya harus banyak berlatih untuk berkonsentrasi sebagai pemimpin....

siangnya, kami (danlap dan para teklap) yang sudah terbakar rasa lapar, dengan tidak tahu malunya menyerbu CC dimana diselenggarakan acara MSDN kerjasama IF dan Microsoft itu. Dasar, setelah aksi kami memang merasa muda kembali (baca: nakal kembali). Kami serta merta pun menghampiri meja prasmanan, dan mengambil makanan dengan bebasnya. Sontak seseorang dengan baju panitia mendatangi saya.

"Anda siapa ya?"
"oh, cuman kita-kita aja lagi laper.."
"Anda mahasiswa kan??" (gayanya dah mulai kayak tatib ospek)
"iya..." (udah keder kayak junior di ospek)
"Anda tahu malu kan?? saya alumni sini"
"e....yah...yah.."
"Anda jangan makan makanan ini yah..anda tahu malu kan?? Anda MAHASISWA kan??"

abis gitu, akhirnya saya keder setengah mati dan langsung naro piring dan mabur. Padahal itu sop udah tumpah2..piring tuh dah penuh banget...kapan lagi coba????

akhirnya, misi infiltrasi saya gagal total....
pada acara makan2 berikutnya, saya ngga boleh gagal!!!!!!!!