Saturday, April 25, 2009

Juni-Juli-Agustus (Bagian Tiga)

Gila yah. Baru nulis dua aja capeknyo. Huehahahha.
Tapi ya sambil ngisi waktu luang yang sebenarnya dihasilkan dari penundaan tugas, ya boleh juga ya bikin ginian lagi. Mengingatnya lumayan sulit ternyata, ternyata lebih mudah menulis pengalaman TPB ya..heueheuheu.
Oke, Juni-Juli-Agustus di tahun 2007, adalah sebuah titik yang penting, dalam banyak hal. Hal ini disebabkan angkatan 2005 sudah mulai memegang tampuk kepemimpinan dalam banyak pos. Keterlibatan saya muncul ketika saya masuk ke dalam Kementerian PSDM, saat itu posisi saya adalah Manajer SDM.
Akhirnya dimulai juga iya, seperti tahun sebelumnya, mulai diadakan open recruitment Ketua OSKM 2007 (ya, Anda tidak salah baca, namanya OSKM). Ohya saya ingat, embel-embel OSKMnya begini, "OSKM atau apapun namanya nanti". Memang OSKM'06 kemaren membuat orang tidak begitu mensakralkan lagi nama OSKM.
Entah ada apa saat itu, yang jelas kondisi kampus tidak begitu seantusias tahun kemarin. Banyak kasus yang mengiringi, sebelum OSKM 2007 ini dimulai, sehingga perhatian mungkin banyak teralihkan. Seperti kasus pelarangan parkir di dalam Kampus, kasus kecelakaan pasca Inisiasi KMSR, dan lain-lain. Ini menurut saya, membuat perhatian Kampus lebih banyak tercurah kepada kasus-kasus yang lain, yang tentu lebih panas.
Singkat cerita, akhirnya pemilihan ketua OSKM 2007 itu datang. Calon ketua waktu itu hanya satu, saking cuma satu doang, akhirnya dibuat forum bersama himpunan-himpunan, biar ada calon lain atau engga. Nah, akhirnya di suatu ruangan di pojokan kampus belakang yang katanya menyeramkan, dikenal dengan ruangan Kongres, dimulailah penilaian Ketua OSKM 2007. Saya lupa komposisinya saat itu. Ada petinggi Kabinet KM serta orang yang terlibat OSKM 2006 kemarin. Dengan calonnya yang masih satu. Iya, masih satu.
Sebenarnya penilaian ini sedikit nekat juga. Biasanya penilaian Ketua OSKM dilakukan bersama elemen kampus yang lain, tapi tampaknya, demi efektifitas (dan mungkin karena para pejabat Kabinet lumayan menokoh), akhirnya penilaian itu dilakukan oleh Kabinet saja. Kalo g salah sih, sebenarnya muncul calon satu lagi, tapi entah kenapa dia tidak mengajukan diri, terdengar juga nada sumbang bahwa alasan si calon satu lagi tidak jadi mengajukan diri dikarenakan suatu aktivitas berinisial depan "K", berinisial belakang "P".
Akhirnya sang ketua pun terpilih.
Iya terpilih.
Terpilih kok belum heboh ya?
kok kampus "krik krik" banget sih?
loh perasaan udah mau lewat kok sepi aja ya?
nama ganti ke PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru) perasaan ga heboh-heboh amat ya?
Hoya ngomong-ngomong soal PMB, sebenarnya sempat diwacanakan nama pengganti OSKM. Karena engga ketemu-ketemu namanya jadi PMB saja. Pas ketuanya ditanya, kok ga seru banget namanya, wajahnya langsung muram, "yaudahlah namanya ini aja, pusing." Begitulah kira-kira.
Iya, kampus sepi akan dinamisasi atas apapun. Aneh banget. Padahal kondisi Panitia bukannya baik. Infrastruktur panitia belum beres, danus tidak jalan, proposal belum jadi, panitia lapangan sangat minim (diklat pertama yang hadir tidak lebih dari 50 orang).
Tetapi kampus tetap sepi. Sebenarnya bibit-bibit kejanggalan mulai naik ke permukaan ketika IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi) merasa aneh dengan cara kerja yang dilakukan oleh Panitia. Pasalnya, Panitia telah menetapkan bentuk acara dari OSKM ini. Dengan Open House Unit yang digabungkan ke dalam panitia PMB, maka panitia saat itu pikir jika Unit dibikinin Open House, Himpunan juga dong!makanya muncul konsep Open House Himpunan (yang disingkat jadi OHH).
Jika menilik sistematika berfikir yang sistematis (halah!) maka tentunya semua bermula dengan apa yang dimiliki oleh Panitia atau dengan bahasa umumnya adalah materi dari PMB itu sendiri, sesuai dengan arahan dari Kabinet dan cita-cita sang ketua itu sendiri.
Sebenarnya arahan dari Kabinet itu sederhana yaitu "terjadinya interaksi antar angkatan senior dengan angkatan junior" dan "kampus rame". Hal ini tidak dipahami juga oleh Panitia, walaupun telah diterangkan berkali-kali. Dan permasalahannya sederhana: rupa-rupanya Kabinet tidak menuliskan secara jelas arahannya, dan itu selalu membuat perbedaan sudut pandang dalam melihat kedudukan "PMB" ini seperti apa di tubuh panitia itu sendiri.
Sebenarnya, rektorat sendiri telah mempunyai acara yang fix, sehingga panita hanya bisa mengutak-ngatik saja keberadaan panitia disitu, bahkan sampai membuat PMB yang sebulan. Permasalahan ini membuat Panitia jadi kelimpungan dan tentunya ini menjadi kontraproduktif. Kondisi ini saya sebut sebagai "kondisi yang menyeramkan". Permasalahan "acara muncul duluan sebelum materi" juga muncul ketika rektorat di akhir Mei pun sudah mengeluarkan draft acara yang sudah tinggal disahkan saja.
Akibatnya, waktu interaksi dengan senior (yang dimanifestasikan sebagai Panitia) sangat sedikit. Walhasil, 2007 banyak ketiduran di Sabuga. Kesimpulannya, sistematika yang kacau dan gerak yang lambat adalah penyebab yang dominan dari keseluruhan permasalahan PMB 2007. Permasalahan ini berbuntut ke banyak hal.
Akibatnya pula, Panitia banyak melakukan akrobat, Panitia pun mengalami dilema antara memilih yang baik atau yang benar. Yang Baik adalah Panitia merespon permasalahan di depan mata (permasalahan teknis, seperti dana, perizinan), Yang Benar adalah Panitia menjalani proses yang wajar dengan sistematika yang sedianya dijalani. Akhirnya Panitia pun memilih Yang Baik. Akhirnya pembenaran sering terjadi dimana-mana.
Proses ini memakan ongkos yang banyak. Ongkos tidak selalu duit, bisa saja keringat dan air mata. Pergerakan Panitia lambat dan rupanya ada bagian di Panitia yang ternyata lebih solid daripada keseluruhan Panitia. Bahkan sudah mempunyai kendali kepanitiaan sendiri. Bagian dari Panitia tersebut adalah Panitia OHU.
Iya, Open House Unit. Mereka telah berlari sedemikian jauh. Sehingga, Panitia (ya, saya tentunya) akhirnya tersentak dan terbangun.
Betul, mereka berlari begitu jauh, begitu maju.
Ini tidak bisa dibiarkan, Panitia masih terbelakang, dan mereka jauh di depan
Lho?bukannya mereka bagian dari PMB?
Sudah selayaknya mereka menunggu langkah,
Panitia Inti harus memaksa mereka menunggu langkah Panitia Inti yang lamban.
Bahkan mencopoti elemen-elemen panitia OHU itu sendiri. Sampai tenaga kerja. Akhirnya, satu hal yang saya mengerti: Panitia PMB ini tidak mengerti OHU, dan merampas banyak hal dari mereka. Banyak yang bermasalah dengan langkah panitia OHU, termasuk saya (ohya, saat itu, saya menjadi staf danlap,hehehehe), tetapi ini dapat terjadi jika Panitia Inti saja bergerak terlalu lamban dan tidak berpikir luas dan luwes. Akhirnya kebersatuan OSKM dan OHU didalam PMB 2007 adalah kepura-puraan bagi saya. Bagi saya ini seperti obesitas. Panitia terlalu gemuk. Jika benar-benar satu maka tidak ada lagi OSKM ataupun OHU, yang ada adalah PMB, itu saja. Namun konsekuensinya, panitia PMB tentu harus merancang sistem panitia dan perangkatnya yang bisa menopang besarnya acara yang akan dibuat. Termasuk nuansa kerja. Bayangkan perangkat panitia OHU ditarik menjadi panitia lapangan, bayangkan juga panitia OHU diharuskan ikut mentoring. Aneh rasanya, kalau materi adalah rancangan pemikiran dari acara, bukankan orang-orang yang terlibat didalamnya pun sedang merancang acara yang merupakan buah dari pepohonan yang biasa disebut 'materi'? Permasalahan nilai dan pembelajaran yang didapat, saya kira semua orang punya porsi subjektif yang besar untuk menerima apa yang didapat dari proses PMB ini, bukannya dengan memaksa orang untuk menghapal dengan draft materi.
Belum lagi permasalahan OHH yang begitu bermasalah dalam kelahirannya, dan pada akhirnya berbuah pada bentuk yang tidak diduga: panel-panel beserta foto himpunan, beserta bendera dan panji himpunan. Itu saja.
Dalam segi konsep acara, PMB memang banyak melakukan percobaan. Seperti yang satu ini: PMB sepanjang 1 bulan. Bentuknya memang bermacam-macam per harinya, tetapi kendalinya menjadi permasalahan. Bentuknya sendiri lebih banyak seperti mentoring dan tidak ada pengumpulan massa yang besar.
Masalahnya, tidak ada yang bisa menjamin konsistensi panitia, apalagi konsistensi anak baru. Saya sendiri tidak yakin acara yang melibatkan setidaknya lebih dari 3000 orang akan efektif berjalan selama satu bulan. Pasti ada degradasi kualitas dari panitia maupun peserta. Engga usah ngomongin tatib kelompok yang sulit mengatur anak-anaknya atau diri sendiri untuk datang dalam setiap pertemuan. Permasalahan acara seperti ini adalah permasalahan bagaimana kita dapat mensituasikan kondisi kampus agar kondusif dan terjaga. Apakah kita bisa mensituasikan kampus masih beraura PMB selama satu bulan?dengan segala kuliahnya?dengan anak baru yang sudah mulai mengenal ruang kampus?
Tetapi dengan segala kekurangannya, saya salut dengan langkah Panitia yang berani dan 'keluar dari tradisi'.
Permasalahan anak-anak lapangan sendiri juga ada. Yaitu, anak-anak yang sudah lupa bagaimana membuat acara sebesar PMB, aspek-aspek mana yang harus dikuasai. Ada juga aspek profesionalitas. Aspek pengetahuan akan deskripsi kerja, seperti fungsi korlap dan danlap. Tetapi soliditas dari panitia lapangan perlu diacungi jempol.
Tanpa mengabaikan kinerja divisi lain, entah kenapa saya melihat keamanan alias Raka Prakasa sebagai divisi yang paling kompak dibandingkan dengan yang lain. Tetapi saya paling menikmati waktu tolol bersama para pendiklat taplok dan medik. Rasanya segar kalo udah bercanda ama mereka. Eh engga segar deng, tepatnya adalah, garing. Hahaha.
Ada juga permasalahan yang lumayan aneh, ketika muncul 'divisi bayangan' yang tugasnya sebagai tatib disiplin. Karena munculnya dadakan, kinerjanya pun aneh. Saya pun punya dosa sebagai pembuat deskripsi kerja. Disini ada faktor respek, dan saya tidak cukup hebat dalam hal itu. Ini terkait juga dengan pemilihan staf danlap, yang secara versi banyak ceritanya, pokonya kontestan akhirnya tersisa saya, Candra, Tepe, dan Uci.
Kejadian paling parah adalah pada saat pemulangan hari kedua yang molor sampai beberapa jam, ini permasalahannya ada pada kami yang kurang tanggap melihat persoalan lapangan. Acara rektorat pun banyak yang harus selesai jam setengah 6.
Fuh, capek juga ngetiknya. Apa segini aja ya?eahehahehaheahea. Duh, sebenarnya saya mengalami short-term memory juga, jadi pasti banyak detail yang lupa saya ketik di sini. Bahkan, mungkin dalam ceritera ini banyak yang harus dikonfirmasi ulang. Tetapi, mengutip kata Hanief: "Yang penting multiply effect-nya, ahehaheahehahe"
AHEY!

Wednesday, April 8, 2009

Juni-Juli-Agustus (bagian kedua)

Hahahhaa, akhirnya saya tulis juga tahap yang berikutnya. Entah kenapa lumayan sulit juga mengingat keseluruhan apa yang saya alami saat itu. Yang jelas, konsentrasi saya terpecah dua, jadi panitia lapangan OSKM 2006 juga menjadi panitia Pasar Seni ITB 2006 yang udah mepet banget waktu itu.

OSKM 2005 telah memincut saya untuk jadi panitia lapangan. Iya, saya ingin terlibat dalam kepanitiaan OSKM. Kendati, sebenarnya banyak yang menganjurkan untuk lebih memilih terlibat dalam kepanitiaan OHU. Tapi sederhana, karena kakak saya lebih aktif di OHU, makanya saya memilih OSKM. Supaya rame, sudut pandang yang diambil beda-beda.

Nah, saya ingat sekali, waktu itu kami (panitia lapangan-red) mengalami diklat terpusat, ya diklat pemberian materi yang nantinya akan diberikan kepada angkatan 2006. Biasa, standarnya kita dikumpulkan pagi-pagi oleh panitia pendiklat yang dipimpin oleh danlap. Lalu ada pemberian materi dan tugas, dan terus menerus seperti itu. Ada juga yang menarik seperti simulasi atau bikin drama (kelompok saya menang looooh...trus hadiahnya sekalung permen, yang ngalungin SHANAAA...huehahahahahahahah). Ya begitulah ketawa-ketiwi dan ceria.

Tibalah saat pemilihan divisi lapangan. Saya ingat sekali waktu ketua kelompok dikumpulkan oleh danlap, ada kordiv keamanan juga. Dia bilang pokoknya keamanan berguna banget, bisa tau tempat colokan, wc di seluruh kampus. Dengan pertimbangan tersebut, tentu saja, saya memilih keamanan. Hahahah.

Divisi Kemanan saat itu dapat dikatakan divisi yang paling gaul. Rata-rata isinya anak gaul, anak basketlah kalo ga mau dibilang anak gaul. Heheheh. Sedangkan saya apa? apalah awak ini....Ya, begitulah, ada juga sebuah klan yang isinya orang yang paling eksis dari yang eksis. Maksudnya? menurut saya karena orang-orangnya cukup gaul, ya keamanan terdiri dari orang yang eksis, nah dari sekumpulan orang yang eksis itu ada orang yang paling eksis. Orang-orang inilah yang akhirnya menamakan mereka Geng Tongkeng, entah, tapi belakangan ini saya sudah tidak mendengar eksistensi mereka.

Saat yang paling kontroversial saat itu adalah pemilihan kordiv dan perangkat inti keamanan. Hem, aneh, kenapa dari satu golongan yang sama?? tapi apalah, toh, saya menganggap mereka orang yang cukup vokal dalam setiap diklat. Sayapun terpilih dari korlap (kalo bahasa sekarang-danpas!). Tapi, saya merasa kemampuan dalam mengorlap perlu dipertanyakan. Sampai sekarang. Entah mengapa, apakah bisa karena faktor suka dan tidak suka? bisa sangat jadi, tapi jawaban saya tetap: ENTAHLAH. Dan entah mengapa dilingkungan korlap pun saya merasa terkucilkan. Ada beberapa kesalahan mendasar yang kerap saya lakukan memang, dan saya merasa ini berlanjut sampai waktu ke depan. Hahahahahah. Pernah ada suatu kejadian juga, kami para korlap dikumpulkan oleh kordiv keamanan. Katanya, ada mosi tidak percaya (tepatnya: tidak suka) terhadap korlap dan perangkat yang terpilih. Tapi, masalah ini pun hanyut dalam waktu kedepan, karena masalah-masalah yang dihadapi OSKM 2006 ternyata lebih pelik ketimbang masalah gaul-menggauli ini.

Permasalahan OSKM 2006 dalam pandangan mata saya, tidak semata-mata permasalahan dalam tubuh rektorat saja, tetapi juga permasalahan dari mahasiswanya sendiri. Dalam beberapa curi-dengar, saya mendengar bahwa ternyata ketidakpercayaan pada panitia adalah persoalan tidak ditepatinya janjian pertemuan yang akan diadakan, entah benar entah salah. Yang jelas nama OSKM sendiri sudah bermasalah di mata rektorat. ITB hari ini adalah ITB yang berusaha membangun citra (entah mengapa dari logo yang mirip Starbucks itu, citraan ITB sedang dihancurleburkan). OS yang citranya melekat dengan kekerasan dilarang keras oleh rektorat. Padahal citra OSKM itu hendak diubah sejak 2005. Walaupun saya dengar OSKM 2000 sudah bikin spanduk "OSKM 2000 ANTI KEKERASAN" di dekat Boromeus.

Yang jelas nama "OS-KM" inilah yang bermasalah menurut rektorat. Saat itu, pendirian para petinggi KM (ketua himpunan, Kabinet, unit??mereka punya cerita sendiri nanti) menolak sikap rektorat. Ini berimbas pada kegiatan rutin mahasiswa di awal kurikulum. Yaitu Open House Unit. Karena meminta kebulatan sikap mahasiswa, ada forum yang mengumpulkan baik ketua himpunan maupun unit agar unit-unit mau mengundurkan diri dari OHU. Atau OHU yang jelas didukung oleh rektorat ini diminta untuk tidak diisi oleh unit-unit. Ini mengakibatkan respon yang negatif dari panitia OHU dan unit-unit. Salah satu ketua unit bahkan dengan lantangnya bilang para ketua himpunan mempolitisir unit. Tetapi sebagai bentuk keprihatinan, panitia OHU menggelar pameran kecil yang berisi foto-foto OSKM masa ke masa. Dalam keberjalanannya OSKM 2006 dan OHU 2006 berjalan sendiri-sendiri.

Dalam pandangan saya, untung juga OHU masih bisa dilaksanakan. Saat itu TPB 2006 belum masuk program studi, alias masih dalam lingkungan fakultas, hanya beberapa himpunan saja yang sudah dapat memegang TPBnya. Maka, yang bisa dilakukan adalah dipegang dahulu oleh unit-unit. Program seperti ini pernah berjalan, namanya PPLK (Program Pengenalan Lingkungan Kampus). Indepedensi mahasiswa? hm, belakangan ini, saya berfikir pentingnya kita untuk duduk bersama seluruh civitas academica tentang posisi Keluarga Mahasiswa sekarang ini. Menurut saya sih, yang asik mah interdepedensi...heuahahaha...ah tapi saya tidak ingin membahas hal ini di posting yang sekarang.

Bagaimana dengan 2006? OSKM akhirnya hanya dilaksanakan dua hari saja. Mulanya, Pra-OSKM 2006 mulai dengan kemunculan panitia di Sabuga untuk membagi kelompok, juga dengan pemutaran video. Tetapi rektorat secara berkala selalu membagikan kertas kepada 2006 mengenai pengumuman ilegalnya OSKM dan yang mengikutinya akan diancap Drop Out (D.O). Ketika panitia memanfaatkan sesi pengenalan KM di Sabuga, akhirnya direm langsung oleh Bu Ciptati di depan panggung. Iya, langsung di depan 2006, konflik rektorat-mahasiswa, diketengahkan. Akhirnya 2006 keluar tanpa dibagikan kelompok, serta mereka semua, pulang. Panitia hanya bisa mengiringi mereka dengan lagu "Kampusku", di sepanjang jalan sampai mulut gerbang Sabuga.

Pada saat-saat kritis tersebut, saya nilai muncul tiga golongan di angkatan 2006, yaitu:
1. Tidak ikut dan tidak berniat sama sekali;
2. berniat ikut OSKM 2006, tetapi takut;
3. Ikut OSKM.

Pokoknya usaha untuk "membujuk" 2006 ikut OSKM terus berlangsung. Entah perasaan 2006 saat itu, takut? sangat mungkin!!hehahahaa. Pembukaan OSKM berlangsung pagi hari sebelum OHU, jumlahnya saya lupa 100-an lah. Setelah OSKM, 2006 langsung mengikuti OHU.

Keesokan harinya, kampus ditutup bersih. Di dalam kampus pun terdapat coretan dinding, tetapi saya lupa isinya apa. Sampai sekitar jam 9an, 2006 golongan 2 ini melaksanakan aksi solidaritas sebagai dukungan secara moral kepada panitia dan peserta OSKM 2006, di depan gerbang kampus. Sementara itu ketua himpunan pun berkumpul dan mengadakan aksi orasi selain menyambut aksi 2006 ini, juga menyatakan dukungan terhadap OSKM 2006. Beberapa panitia pun menyambut di gerbang depan kampus. Suasananya? mirip-miriplah kayak ada perang aja. Tegang sekali. Kampus ditutup, orasi "bertebaran" dimana-mana. Setelah itu, para panitia, peserta, dan beberapa simpatisan dari himpunan mengadakan bakti sosial di sekitaran kampus.

Akhirnya, penutupan OSKM 2006 ITB berlangsung. Ada kejadian cukup kocak ketika danlap utama meneriakkan "SIAPA KALIAAAN???" kepada 2006. Biasanya ketika ditanya "SIAPA KALIAAAAN???" jawabnya adalah angkatan dari peserta tersebut. Misalnya, "SIAPA KALIAAAAN?" jawabnya. "2005!". Tetapi karena dalam pelaksanaan OSKM yang sangat minim tersebut, hal itu tidak dapat dilaksanakan. Setelah penutupan, panitia-massa kampus-peserta mengadakan aksi terobos kampus yang sebenarnya telah diakali sebelumnya bersama pihak keamanan, karena toh tidak ada OSKM disitu, yang ada hanya aksi jalan saja. Padahal, menurut saya, bisa saja loh semua massa yang ratusan itu dimobilisasi untuk demonstrasi rektorat. Hehehe. Entah mengapa hal itu tidak terjadi. Heahaahhaah.

Kesimpulannya, pada penampakannya OSKM 2006 menjadi sangat heroik. Inilah OSKM terakhir yang saya dengar. Hahahahaha. Tapi kan jaman terus berguliiir....

Friday, April 3, 2009

Juni-Juli-Agustus (bagian satu)

Bagi saya, tiga bulan pada saat libur semester genap, merupakan waktu yang sangat khusus buat saya. Saya menulis ini karena banyak hal. Banyak hal yang belum diselesaikan. Secara personal, secara pemikiran juga. Secara umum tulisan ini akan dibuat per seri, dengan tentu dengan tingkat subjektivitas yang tinggi. Sehingga, tentu saja tulisan ini dapat diperdebatkan atau memunculkan perdebatan.

Singkat kata, pada tiga bulan tersebut, Keluarga Mahasiswa ITB menyiapkan diri menyambut mahasiswa baru. Iya, perhelatan akbar tahunan yang dahulu bernama Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM), yang biasanya juga didahului oleh PMB rektorat dan PMB mahasiswa, dan terdapat pula Open House Unit (OHU) yang pada tahun 2007 dan 2008 berusaha dilebur dengan OSKM. OHU ini diperuntukkan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa untuk membuka stand open recruitment secara serentak bersama teman-teman unit yang lain. OSKM ini setelah 2006 ilegal, bertransformasi menjadi PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru), kemudian terakhir berganti lagi menjadi Inisiasi Keluarga Mahasiswa (InKM).

Btw, ada yang masih ingat PMB mahasiswa?angkatan 2005 udah ga ngalamin lagi, 2004 gimana ya? cuman setahu saya, biasanya di Sabuga mahasiswa baru disambut oleh himpunan-himpunan. Oh iya mahasiswa baru pada saat itu sudah dijuruskan, berbeda dengan sekarang yang masih harus memilih program studi yang diinginkan. Biasanya buat pendataan anak-anak baru, untuk mempermudah pendataan anak baru untuk himpunan. Belakangan ini dilarang, belakangan ini juga sudah tidak ada, karena tidak dimungkinkan. Kendati, kalau lebih jeli, ada saja yang berhasil (hehehe, ga usah bahas siapa yang berhasil...)

Baiklah, kalau begitu saya mulai dengan perjalanan saya sebagai peserta OSKM 2005. Kondisi saat itu panitia OSKM juga menjadi perangkat bagi rektorat untuk menyiapkan lapangan acara rektorat. Kondisi ini membuat saya tidak bisa membedakan yang mana acara mahasiswa mana yang rektorat, bagi saya sih sama saja, huehehe. Tentu saja sebagai anak baru, saya kaget melihat seseorang sendiri, berjas almamater, memberi komando dengan lafal, "AKU..". Geli juga saya pikir. Dan itulah makhluk yang biasa disebut sebagai staf danlap. Iya, danlap (komando lapangan). Danlap punya staf yang tugasnya memberi komando langsung di depan peserta dan panitia.

Pembagian kelompok saat itu sangatlah rapi. Saya ingat tes psikotes diselenggarakan kembali sebelum rangkaian PMB-OSKM, dan saat itu setelah pulang, kami dikumpulkan dan dibagikan kertas berisi nomor kelompok. Ini efektif sekali, tanpa kemacetan sama sekali (heheheh, piss!!).

Ya begitulah, jalannya PMB seperti biasa, membuat mengantuk, banyak faktor yang membuat kita mengantuk dan bisa amat sangat panjang jika mau dibahas lagi. Saat yang cukup menarik ketika kita akan ditarik dari acara PMB ke OSKM. Kita diputar jauh sekali ke lapangan Saraga,dan akhirnya kita dimobilisasi menuju lapangan basket. Lapangan Basket bak lautan manusia. Hahahaha, rasanya sudah mau jadi sop daging aja dimasak bareng-bareng. Pembukaan OSKM tidak begitu lama, dengan saya yang tidak bisa membedakan mana Ketua, mana Danlap, juga SwasTA (atau oknum yang bertingkah seperti swasta) yang berteriak di tribun. Sebagai tambahan, SwasTA singkatan dari mahasiswa stress saat TA, ada juga versi lain, pokoknya adalah sebutan mahasiwa yang sudah mulai berlumut di Kampus. Ketika keluar, kami melihat spanduk besar-besar, jelas untuk menyambut kami, begini tulisannya: "SELAMAT DATANG PUTERA-PUTERI TERBAIK BIMBEL". Mereka yang menulis mencantumkan identitas siapa mereka di spanduk tersebut dengan huruf yang lebih kecil: "dari senior terbaik bimbel".

Sepulangnya kami dipastikan oleh tatib kelompok (taplok), dan saat itu dilarang membawa kendaraan pribadi (kalau tidak salah), ada jarak bersih harus sudah berjalan kaki. Fungsinya baru saya tahu belakangan beberapa tahun berikutnya: menghindari kemacetan dan kecelakaan akibat kelelahan.

Momentum apa yang paling mengesankan selama OSKM 2005?
Kesan ya? Kalau kesan bingung itu ketika deklarasi angkatan 2005. Saat itu seseorang yang mewakili satu angkatan 2005 membuat janji angkatan, salah satunya membuat puskesmas. Beneran itu bikin saya terkejut, hahaha. Mulanya menjelang penutupan dari tiap jurusan diambil perwakilannya untuk membicarakan kontribusi angkatannya. Lalu digodok bersama di sebuah forum yang selanjutnya disebut Forum 2005 (masih ingat forum ini??haha). Dari seni rupa siapa??tenang, tenang, bukan saya kok, hehehe.

Mengenai Open House Unit??
OHU 2005 ini saya tidak bertahan lama. Yah, paling saya keliling stand yang kira-kira saya sukai, daftar bebeberapa unit (hehehe). Terakhir, saya langsung pergi makan-makan bersama teman kelompok OSKM bersama taplok dan mentor pendamping. Yang paling berkesan apa ya?susah sih, udah lupa-lupa juga. Hanya saja jika dibandingkan dengan OHU berikutnya, zonasi OHU 2005 menurut saya paling bagus.