Meongan dua kucing pertanda duka
Bunda kehilangan anaknya, anak kehilangan saudaranya
meraung mereka, saudaranya kembali dipeluk oleh tanah.
Mencari dalam gelap, mereka bersikukuh mengais harapan.
Hari tenggelam, biru berganti gelap sempurna
Hus, hentikan meongannya !!
hatiku susah karenanya, teringat apa yang telah kulakukan
menjelang senja membawa hari tenggelam :
kuterkejut melihatnya, kumisnya telah lemah,
tergolek terubung lalat di aspal jalanan,
segera kukubur mayatnya dengan dibungkus koran
menjadi pupuk bersemilir duka dibawah pohon durian
(auliaibrahimyeru, 9 September 2007, Bandung)
No comments:
Post a Comment