Bagi saya, tiga bulan pada saat libur semester genap, merupakan waktu yang sangat khusus buat saya. Saya menulis ini karena banyak hal. Banyak hal yang belum diselesaikan. Secara personal, secara pemikiran juga. Secara umum tulisan ini akan dibuat per seri, dengan tentu dengan tingkat subjektivitas yang tinggi. Sehingga, tentu saja tulisan ini dapat diperdebatkan atau memunculkan perdebatan.
Singkat kata, pada tiga bulan tersebut, Keluarga Mahasiswa ITB menyiapkan diri menyambut mahasiswa baru. Iya, perhelatan akbar tahunan yang dahulu bernama Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM), yang biasanya juga didahului oleh PMB rektorat dan PMB mahasiswa, dan terdapat pula Open House Unit (OHU) yang pada tahun 2007 dan 2008 berusaha dilebur dengan OSKM. OHU ini diperuntukkan bagi Unit Kegiatan Mahasiswa untuk membuka stand open recruitment secara serentak bersama teman-teman unit yang lain. OSKM ini setelah 2006 ilegal, bertransformasi menjadi PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru), kemudian terakhir berganti lagi menjadi Inisiasi Keluarga Mahasiswa (InKM).
Btw, ada yang masih ingat PMB mahasiswa?angkatan 2005 udah ga ngalamin lagi, 2004 gimana ya? cuman setahu saya, biasanya di Sabuga mahasiswa baru disambut oleh himpunan-himpunan. Oh iya mahasiswa baru pada saat itu sudah dijuruskan, berbeda dengan sekarang yang masih harus memilih program studi yang diinginkan. Biasanya buat pendataan anak-anak baru, untuk mempermudah pendataan anak baru untuk himpunan. Belakangan ini dilarang, belakangan ini juga sudah tidak ada, karena tidak dimungkinkan. Kendati, kalau lebih jeli, ada saja yang berhasil (hehehe, ga usah bahas siapa yang berhasil...)
Baiklah, kalau begitu saya mulai dengan perjalanan saya sebagai peserta OSKM 2005. Kondisi saat itu panitia OSKM juga menjadi perangkat bagi rektorat untuk menyiapkan lapangan acara rektorat. Kondisi ini membuat saya tidak bisa membedakan yang mana acara mahasiswa mana yang rektorat, bagi saya sih sama saja, huehehe. Tentu saja sebagai anak baru, saya kaget melihat seseorang sendiri, berjas almamater, memberi komando dengan lafal, "AKU..". Geli juga saya pikir. Dan itulah makhluk yang biasa disebut sebagai staf danlap. Iya, danlap (komando lapangan). Danlap punya staf yang tugasnya memberi komando langsung di depan peserta dan panitia.
Pembagian kelompok saat itu sangatlah rapi. Saya ingat tes psikotes diselenggarakan kembali sebelum rangkaian PMB-OSKM, dan saat itu setelah pulang, kami dikumpulkan dan dibagikan kertas berisi nomor kelompok. Ini efektif sekali, tanpa kemacetan sama sekali (heheheh, piss!!).
Ya begitulah, jalannya PMB seperti biasa, membuat mengantuk, banyak faktor yang membuat kita mengantuk dan bisa amat sangat panjang jika mau dibahas lagi. Saat yang cukup menarik ketika kita akan ditarik dari acara PMB ke OSKM. Kita diputar jauh sekali ke lapangan Saraga,dan akhirnya kita dimobilisasi menuju lapangan basket. Lapangan Basket bak lautan manusia. Hahahaha, rasanya sudah mau jadi sop daging aja dimasak bareng-bareng. Pembukaan OSKM tidak begitu lama, dengan saya yang tidak bisa membedakan mana Ketua, mana Danlap, juga SwasTA (atau oknum yang bertingkah seperti swasta) yang berteriak di tribun. Sebagai tambahan, SwasTA singkatan dari mahasiswa stress saat TA, ada juga versi lain, pokoknya adalah sebutan mahasiwa yang sudah mulai berlumut di Kampus. Ketika keluar, kami melihat spanduk besar-besar, jelas untuk menyambut kami, begini tulisannya: "SELAMAT DATANG PUTERA-PUTERI TERBAIK BIMBEL". Mereka yang menulis mencantumkan identitas siapa mereka di spanduk tersebut dengan huruf yang lebih kecil: "dari senior terbaik bimbel".
Sepulangnya kami dipastikan oleh tatib kelompok (taplok), dan saat itu dilarang membawa kendaraan pribadi (kalau tidak salah), ada jarak bersih harus sudah berjalan kaki. Fungsinya baru saya tahu belakangan beberapa tahun berikutnya: menghindari kemacetan dan kecelakaan akibat kelelahan.
Momentum apa yang paling mengesankan selama OSKM 2005?
Kesan ya? Kalau kesan bingung itu ketika deklarasi angkatan 2005. Saat itu seseorang yang mewakili satu angkatan 2005 membuat janji angkatan, salah satunya membuat puskesmas. Beneran itu bikin saya terkejut, hahaha. Mulanya menjelang penutupan dari tiap jurusan diambil perwakilannya untuk membicarakan kontribusi angkatannya. Lalu digodok bersama di sebuah forum yang selanjutnya disebut Forum 2005 (masih ingat forum ini??haha). Dari seni rupa siapa??tenang, tenang, bukan saya kok, hehehe.
Mengenai Open House Unit??
OHU 2005 ini saya tidak bertahan lama. Yah, paling saya keliling stand yang kira-kira saya sukai, daftar bebeberapa unit (hehehe). Terakhir, saya langsung pergi makan-makan bersama teman kelompok OSKM bersama taplok dan mentor pendamping. Yang paling berkesan apa ya?susah sih, udah lupa-lupa juga. Hanya saja jika dibandingkan dengan OHU berikutnya, zonasi OHU 2005 menurut saya paling bagus.
OSKM 2005? menjejali kepala anak-anak muda dengan idealisme mahasiswa. Idealisme yang belum tentu optimis dan realistis. Idealisme yang belum menemukan bagaimana-cara mewujudkannya.
ReplyDelete@ikhwanalim: yaelah, kayak oskm yang laen2 ga gitu aja, heheheh
ReplyDelete